GMAT

Contoh Soal GMAT Dan Cara Mengatasinya

By August 19, 2017 October 7th, 2018 No Comments

Berikut ini beberapa contoh soal GMAT yang sering muncul pada saat ujian. Mungkin diantara kamu masih belum paham bagaimana cara penyelesaiannya. Pada artikel ini akan dijelaskan cara mengatasinya.

Cara Mengatasai Soal GMAT 2

Salahkah Menggunakan Beberapa Verb Tenses dalam Kalimat?

Diantara kamu pasti ada yang bertanya apakah secara tata bahasa benar menggunakan beberapa tenses dalam satu kalimat saja. Pada artikel ini, akan dibahas contoh soal GMAT hal apa yang dapat diterima dan yang tidak bisa diterima.

Inti dari contoh soal GMAT adalah tidak ada batasan pada tenses yang bisa digunakan dalam sebuah kalimat, asalkan sesuai dengan konteksnya. Perhatikan contoh kalimat ini dalam bahasa Indonesia:

Saya telah mendengar bahwa Mona meninggalkan Manchester pagi ini, dan telah tiba di London, di mana dia akan berada selama tiga minggu ke depan.

Pada kalimat tersebut, memiliki struktur yang sempurna terdapat tegang sederhana dan tegang masa depan yang sederhana semua dalam satu kalimat yang sama, kalimat tersebut masuk akal untuk menciptakan rangkaian peristiwa yang logis.

Mungkin yang membuat kamu bingung karena menggunakan beberapa kata kerja dalam satu kalimat. Hal tersebut diakibatkan karena kamu telah mendengar bahwa perlu mempertahankan konsistensi kata kerja. Padahal kedua hal itu berbeda. Cobalah lihat contoh dibawah ini agar lebih memahaminya:

Contoh 1: Selama pertandingan, ayahku berdiri dan melambaikan tangan padaku.

Kedua tindakan (“berdiri” dan “melambaikan”) terjadi pada saat bersamaan dan harus memiliki tegang yang sama. Kalimat ini bisa terjadi dalam bentuk sekarang atau masa depan, tapi kedua kata kerja tersebut masih perlu dilakukan dalam bentuk yang sama. Sebagai contoh lainnya:

Contoh 2: Selama pertandingan saya, ayah saya berdiri dan melambai ke arah saya.

Contoh 3: Selama pertandingan besok, ayahku akan berdiri dan melambai padaku.

Di sisi lain, ada kalimat seperti,

Contoh 4: Selama pertandingan, ayahku berdiri dan melambai ke arahku.

Kalimat ini secara gramatikal salah. Karena kedua tindakan (“berdiri” dan “melambai”) terjadi pada saat bersamaan, kamu membutuhkannya dalam bentuk yang sama, seperti yang ditunjukkan pada variasi kalimat di atas. Coba pertimbangkan kasus ini:

Contoh 5: Ayahku meraih sandwich itu setelah dia sudah makan pizza utuh.

Di sini, kedua tindakan (“meraih” dan “dimakan”) terjadi pada waktu yang berbeda di masa lalu, jadi kamu menggunakan tenses sederhana masa lalu dan masa lalu yang sederhana. Terdapat pergeseran tegang benar dalam konteks ini.

Yang harus kamu ingat bahwa tenses kata kerja dalam kalimat harus konsisten saat tindakan terjadi bersamaan. Ketika berhadapan dengan tindakan yang terjadi pada titik waktu yang berbeda, bagaimanapun, kamu dapat menggunakan beberapa tenses dalam kalimat yang sama.

Baca Juga : GMAT Preparation Jakarta, Memilih Kursus Terbaik

Cara Mengatasai Contoh Soal GMAT

Berikut ini contoh soal GMAT resmi dalam bahasa indonesia, untuk melihat bagaimana beberapa tenses bisa menjadi bagian dari kalimat yang sama.

Petani yang merawat sapi agar tetap segar, memberi mereka pakan berenergi tinggi, dan memeras susu secara teratur, sapi Holstein memproduksi rata-rata 2.275 galon susu setiap tahun.

  1. Memberi mereka umpan energi tinggi, dan memerah susu secara teratur, sapi Holstein memproduksi.
  2. Memberi mereka umpan energi tinggi, dan diperah secara teratur, sapi Holstein menghasilkan
  3. Diberi pakan dengan energi tinggi, dan memerah susu secara teratur, sapi Holstein memproduksi
  4. Dilengkapi dengan pakan berenergi tinggi, dan diperah secara teratur, sapi Holstein menghasilkan
  5. Diberi pakan berenergi tinggi, dan diperah secara teratur, sapi Holstein akan berproduksi

Ini adalah contoh soal GMAT yang sangat rumit. Pertama, kita harus mengoreksi kesalahan yang yang ada dengan alasan yang jelas.

Bagian kalimat yang tidak digaris bawahi menggunakan kata ganti “mereka” untuk merujuk pada sapi, jadi dengan menggunakan “sapi Holstein” (tunggal) sebagai anteseden akan salah. Yang anteseden harus “sapi Holstein” (jamak), dapat dikatakan jawaban B dan D salah.

Kamu harus tahu pasti bahwa “menyediakan” dan “susu” adalah elemen paralel dalam kalimat tersebut, jadi kamu harus mengambil kata kerja yang sama. Makanya, jawaban pilihan C juga salah. Yang tersisa adalah A dan E.

Coba kamu lihat jawaban A. Jika kamu menganggap pilihan ini benar, “memberikan” dan “memeras susu” bertindak sebagai pengubah untuk “tetap bersikap dingin”. Itu tentu saja tidak masuk akal karena “menyediakan pakan dengan energi tinggi” dan “memeras susu secara teratur” bukanlah cara menjaga sapi tetap dingin. Maka jawaban A juga salah.

Ini berarti jawaban yang benar adalah E. begini penjelasannya, Bagi petani yang merawat sapi agar tetap dingin, diberi pakan berenergi tinggi, dan diperah secara teratur, sapi Holstein akan menghasilkan rata-rata 2.275 galon susu setiap tahun. Coba kita pisahkan kalimatnya:

Bagi petani yang merawat mereka …

Dilengkapi dengan pakan berenergi tinggi,

Diperah secara teratur,

… Sapi Holstein akan menghasilkan rata-rata 2.275 galon susu setiap tahun.

Perhatikan bahwa kalimat tersebut menggunakan dua tenses yang berbeda, yaitu “Bagi petani yang merawat …” dan “sapi akan menghasilkan …”. Kata “mengambil” adalah present tense sementara “akan menghasilkan” adalah masa depan, tapi itu tidak membuat kalimat ini salah.

Konteks penulis bisa dengan sangat baik membenarkan penggunaan bentuk masa depan. Mungkin petani telah mendapatkan sapi Holstein baru-baru ini dan akan melihat hasil panen 2.275 galon di masa depan.

Pergeseran dalam tegang tentu tidak membuat kalimat salah. Jika kamu diberi beberapa kata kerja dalam berbagai tenses pada sebuah masalah, periksa untuk menentukan apakah kata kerja tersebut menyampaikan urutan peristiwa yang logis.

Baca Juga : GMAT Test, Ketahui Tentang Persiapan Dan Tesnya

Simetri Visual Untuk Menyelesaikan Contoh Soal GMAT

Cara Mengatasai Soal GMAT 1

Contoh soal GMAT biasanya melibatkan keterampilan visual. Kamu perlu waktu untuk memahami diagram yang akan diberikan pada setiap pertanyaan. Tapi jika kamu bisa memeriksa secara cermat, kamu akan menemukan bahwa pertanyaan ini hanyalah sebuah pertanyaan probabilitas sederhana. Trik yang bisa kamu gunakan untuk soal seperti itu adalah memahami simetri gambar.

Berikut contoh soal GMAT yang akan melibatkan keterampilan visual, angka yang ditunjukkan mewakili papan dengan 4 baris pasak, di bagian bawah papan adalah 4 sel diberi nomor 1 sampai 4.

Setiap kali bola yang ditunjukkan melewati lubang antara dua pasak yang berdekatan pada baris yang sama, maka akan langsung menyentuh pasak. Di bawah pembukaan bola kemudian memiliki probabilitas 1/2 melewati celah segera di sebelah kiri pasak dan probabilitas 1/2 melewati celah segera ke kanan. Berapakah probabilitas ketika bola melewati dua pasak pertama dan berakhir di sel 2?

Dibawah ini, mana jawaban yang tepat dari soal tersebut?

  1. A) 1/16 (B) 1/8 (C) ¼                      (D) 3/8                  (E) ½

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama kamu harus memahami diagramnya. Ada pasak kecil yang disusun dalam barisan dan kolom.

ola jatuh di antara dua pasak yang berdekatan dan menyentuh pasak di bawahnya. Bila ada, ada dua cara yang bisa dilakukan, baik ke lubang di sebelah kiri atau ke lubang di sebelah kanan. Probabilitas masing-masing gerakan sama, yaitu 1/2.

Panah menunjukkan jalur pertama yang dibutuhkan bola. Ini dijatuhkan di antara dua pasak teratas, menyentuh pasak tepat di bawahnya, dan kemudian turun ke sisi kiri atau ke kanan. Proses yang sama akan diulang sampai bola jatuh ke salah satu dari empat sel 1, 2, 3 atau 4. Metode yang bisa kamu gunakan untuk menjawab contoh soal GMAT tersebut:

  • Metode Menggunakan simetri

Setelah kamu memahami proses awalnya, coba kamu simak penjelasan dibawah ini mengenai simetri dalam diagram.

Cobalah untuk membalik gambar di sepanjang sumbu vertical, apa yang kamu lihat? Angka tersebut masih sama persis, tapi sekarang urutan sel dibalik menjadi 4, 3, 2, 1. Jalur di mana kamu bisa mencapai Cell 1 sekarang adalah jalur yang dapat kamu gunakan untuk mencapai Cell 4. Bisa juga diperkirakan seperti dibawah ini:

Untuk mencapai Cell 1, bola harus berbelok ke kiri, kiri, kiri. Untuk mencapai Cell 4, bola perlu belok kanan, kanan. Karena probabilitas belok kiri atau kanan sama, situasinya simetris. Ini akan menjadi kasus yang sama untuk Sel 2 dan 3.

Oleh karena itu, dengan simetri, kamu bisa melihat bahwa probabilitas untuk mencapai Cell 1 = probabilitas mencapai Cell 4. Demikian pula, probabilitas untuk mencapai Cell 2 = probabilitas mencapai Cell 3 (Akan ada banyak cara untuk mencapai Cell 2, namun cara untuk mencapai Cell 3 juga akan serupa).

Probabilitas total = probabilitas mencapai Sel 1 + probabilitas mencapai Sel 2 + probabilitas mencapai Sel 3 + probabilitas mencapai Sel 4 = 1

Karena kamu tahu probabilitas mencapai Sel 1 dan 4 adalah sama, dan probabilitas untuk mencapai Sel 2 dan 3 adalah sama, persamaan ini dapat ditulis sebagai berikut:

2 x (probabilitas mencapai Sel 1) + 2 x (probabilitas mencapai Sel 2) = 1

Sedangkan probabilitas untuk mencapai Sel 1 sebagai berikut, setelah pembukaan pertama (bukan pasak, tapi bukaan antara pasak 1 dan 2 di baris pertama), bola bergerak ke kiri (antara pegas 1 dan 2 di baris kedua) atau kanan (antara pegas 2 dan 3 di baris kedua). Ini harus bergerak ke kiri untuk mencapai Cell 1 dan probabilitas ini = 1/2.

Setelah itu, bola harus bergerak ke kiri lagi, probabilitas terjadinya ini juga 1/2, karena probabilitas bergerak ke kiri atau kanan sama saja.

Akhirnya, bola harus belok kiri lagi untuk mencapai Cell 1, probabilitas terjadinya ini sekali lagi, 1/2. Ini berarti bahwa probabilitas total bola mencapai Sel 1 = (1/2) x (1/2) x(1/2) = 1/8

Memasukkan nilai tersebut ke dalam persamaan 2 x (1/8) + 2 x kemungkinan mencapai Sel 2 = 1. Dengan begitu probabilitas mencapai Cell 2 = 3/8

  • Metode Enumerasi Kasus

Kamu juga bisa menjawab pertanyaan ini dengan hanya menyebutkan kasus. Pada setiap langkah setelah penurunan pertama antara pasak 1 dan 2 di baris pertama, ada dua jalur berbeda yang tersedia untuk bola.

Bola bisa ke kiri atau bisa melaju dengan benar. Hal ini terjadi tiga kali dan jumlah total bola dapat melakukan perjalanan adalah 2 x 2 x 2 = 8.

Cara-cara di mana bola bisa mencapai Cell 2 yaitu, Kiri-Kiri-Kanan, Kiri-Kanan-Kiri, Kiri-Kiri-Kiri. Jadi, probabilitas bola yang mencapai Cell 2 adalah 3/8.

Kamu harus memperhatikan, ada kemungkinan kamu bisa melewatkan beberapa kasus. Terutama dalam masalah yang melibatkan banyak pilihan probabilitas yang berbeda. Oleh karena itu, pencacahan harus menjadi pilihan terakhir yang kamu gunakan saat menjawab contoh soal GMAT seperti itu.

English Bridge

Author English Bridge

More posts by English Bridge