Salah satu yang menjadi impian setiap orang yaitu untuk sekolah di luar negeri, dan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri. Terutama ketika melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Hal ini karena pada tingkat universitas seseorang dianggap telah lebih dewasa dan matang sehingga dapat mandiri dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

Terlebih lagi ketika berjauhan dari orang tua maka kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya sendiri dan mengambil segala keputusannya dengan matang. Melanjutkan studi ke luar negeri bisa dimulai dari S1, S2, maupun S3. Terlebih lagi akan menjadi lebih menyenangkan ketika kamu melanjutkan studi dengan mendapatkan Beasiswa Luar Negeri, tanpa mengeluarkan biaya sendiri.

Beasiswa Luar Negeri biasanya terbagi menjadi dua yaitu:

Beasiswa Fulbright. Berbahagialah kamu jika bisa mendapatkan beasiswa Fulbright. Ini berarti kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya kuliah maupun biaya hidup sehari-hari. Bahkan untuk tiket pesawat keberangkatan ke Negara yang kamu tuju pun gratis.

Pada umumnya, jika mendapatkan beasiswa ini maka kamu akan diberikan beberapa biaya. Seperti jika pada awal keberangkatan maka untuk biaya transportasi akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Tiket pesawat ini biasanya hanya dikhususkan untuk keberangkatan saja dan tidak untuk tiket kepulangan pada saat liburan.

Pada saat kamu ingin pulang pada saat liburan maka kamu harus mengeluarkan biaya sendiri. Sebagian besar peserta ketika mendapat Beasiswa Luar Negeri yang jaraknya jauh seperti di benua eropa atau amerika maka pulang setahun sekali atau bahkan pulang pada saat lulus menjadi pilihan. Ini karena tiket kepulangan setelah lulus juga ditanggung oleh penyelenggara.

Ketika sampai di Negara yang kamu tuju, maka kamu akan mendapatkan uang untuk pembayaran tempat tinggal dan uang jajan. Ada sebagian juga yang memberikan uang tambahan untuk membeli buku yang diperlukan.

Jika kamu mengambil S2 maka biasanya akan ada penelitian atau seminar yang akan diambil terutama untuk keperluan pembuatan jurnal. Biaya untuk keperluan ini pun biasanya ditanggung oleh penyelenggara. Namun, untuk jika kamu mengambil matrikulasi maka harus menyiapkan biaya sendiri.

Di samping itu, sebagian penyelanggara khusunya di pemerintahan maka kamu akan diijinkan untuk mengajak serta satu orang keluarga. Satu orang keluarga tersebut biasanya dari keluarga inti. Jika kamu belum menikah maka kamu bisa mengajak ibu atau ayah. Jika sudah menikah maka kamu bisa mengajak suami, istri, atau anak.

Dengan demikian, jika mendapatkan program Beasiswa Luar Negeri ini maka akan sangat dapat meringankan beban biaya. Ini karena uang saku yang didapat untuk kebutuhan sehari-hari berbeda dengan uang saku untuk keperluan pendidikan. Di samping itu, apa bila kamu mengajak salah satu pihak keluarga untuk mendampingi ia juga akan diberi uang tanggungan.

Beasiswa Non-fulbright. Berbeda dengan beasiswa Fulbright, beasiswa non-fulbright ini tidak menanggung keseluruhan biaya kamu untuk studi. Bahkan sebagian penyelenggara juga tidak menyertakan tiket pesawat pada saat keberangkatan maupun kepulangan. Di sini kamu diharuskan untuk mepersiapkan uang yang cukup untuk biaya sehari-hari.

Jika mendapatkan Beasiswa Luar Negeri ini maka kamu hanya akan mendapatkan biaya gratis untuk studi. Dengan demikian, untuk urusan semester atau uang masuk akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Biasanya beasiswa ini diberikan oleh pihak universitas maupun pihak Negara asal.

Melamar Beasiswa Luar Negeri Dan Apa Persiapannya 1

Beasiswa non-fulbright ini juga masih bisa terbagi lagi. Ada beasiswa dimana kamu bebas 100% dari biaya studi, ada juga yang hanya mendapatkan potongan sekian persen. Dengan demikian, untuk beasiswa ini kamu diharapkan bisa lebih cermat mengenai informasi pembiayaan yang ditawarkan.

Jika kamu berniat untuk mencoba melamar beasiswa, maka sebaiknya kamu persiapkan jauh sebelum kamu ingin melamar beasiswa tersebut. Jika kamu ingin melamar beasiswa untuk S1 maka kamu dapat mencari tahu sejak masih duduk di bangku kelas sebelas atau kelas 2 SMA.

Hal ini karena biasanya Beasiswa Luar Negeri dibuka di awal tahun kelas 3 atau bahkan ketika kamu baru naik ke kelas 3. Ada banyak pilihan beasiswa dengan jadwal pembukaan yang berbeda-beda. Jika kamu tidak sempat apply di satu tempat maka kamu bisa mencoba untuk program lain.

Cara lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan menghadiri pameran studi ke luar negeri. Penyelenggaraan pameran ini terjadi beberapa kali sehingga ketika tidak sempat datang ke satu pameran, kamu dapat coba datang ke pameran lainnya. Ketika datang ke pameran studi, maka biasanya beasiswa akan langsung ditawarkan oleh pihak universitas.

Keuntungan datang ke pameran ini yaitu karena kamu dapat bertanya langsung dengan perwakilan pihak universitas yang kamu tuju. Kamu bisa langsung datang ke booth universitas yang kamu minat dan kamu dapat bertanya banyak hal di sana.

Meskipun biasanya pameran didominasi oleh universitas swasta, namun universitas negeri pun masih turut ikut serta dalam pameran. Hal menyenangkan lainnya yaitu biasanya mereka akan membuat pertunjukan kecil untuk menarik minat pelajar.

Misalnya saja universitas yang unggul dalam teknologinya, biasanya mereka akan memamerkan robot hasil rakitan mahasiswanya. Jika universitas tersebut khusus di bidang hospitality atau pastry pasti akan memamerkan demo masak ataupun menghias kue.

Hal lainnya yang menyenangkan yaitu kamu bisa mendapatkan banyak souvenir. Terkadang dari masing-masing universitas akan memberikan souvenir bagi peserta yang mampir ke booth mereka. Mulai dari souvenir yang sederhana seperti pulpen sampai hal-hal menarik lainnya seperti totebag, buku catatan, atau bahka goodie bag beserta isinya.

Bagi kamu yang benar-benar berminat untuk masuk ke salah satu universitas tersebut maka biasanya mereka akan meminta nomor telepon dan email. Ini akan berguna bagi kamu serta pihak universitas. Universitas bisa dengan mudah menghubungi kamu dan memberi tahu program atau beasiswa apa yang mereka punya.

Di sini tentu kamu bisa lebih mudah, karena ada akses langsung ke pihak universitas. Terutama bagi kamu yang memiliki biaya lebih dan juga ingin lebih mengenal universitas tersebut seperti apa. Biaya lebih karena pihak universitas sangat jarang mengadakan program beasiswa Fulbright.

Telah disisnggung sebelumnya bahwa jauh untuk melamar Beasiswa Luar Negeri maka kamu sudah harus melakukan persiapan jauh sebelum kamu apply. Ini karena akan ada banyak hal yang harus kamu persiapkan. Salah satu persiapan yang sedikit merepotkan yaitu mengenai dokumen.

Menyiapkan dokumen akan lebih merepotkan ketika kamu memutuskan untuk melamar beasiswa sendiri tanpa melalui lembaga konsultasi atau sejenisnya. Jika melalui lembaga maka kamu bisa dibantu mengenai kelengkapan dokumen terutama mengenai ijin tinggal serta pelajar.

Di samping itu, untuk mendapatkan beasiswa akan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut akan lebih baik ketika kamu persiapkan jauh sebelum melamar beasiswa. Hal ini karena biasanya persyaratan tersebut menyangkut mengenai skill ataupun pengalaman.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan agar kamu dapat memenuhi persyaratan atau kriteria penerima beasiswa yaitu sebagai berikut:

 

Kemampuan Berbahasa Inggris

 

Mengingat kamu akan melanjutkan sekolah di luar negeri maka kamu haruslah memiliki kemampuan berbahasa inggris yang mumpuni. Persyaratan kemampuan berbahasa inggris dari masing-masing Negara atau universitas berbeda beda.

Kemampuan berbahasa inggris ini biasanya dibuktikan melalui skor yang didapat dalam tes TOEFL ataupun IELTS. Pada umumnya, skor IELTS yang harus diperoleh calon peserta yaitu kurang lebih 6.5. Jika bukan IELTS maka kamu juga bisa menyerahkan skor TOEFL.

Namun ada yang perlu diperhatikan mengenai tes TOEFL. Untuk sebagian besar Negara khusunya Negara yang menggunakan bahasa inggris, maka mereka tidak akan menerima skor TOEFL PBT (paper based test). Dengan kata lain, kamu harus melakukan TOEFL IBT (internet based test) jika ingin apply ke sana.

Perbedaan diantara keduanya yaitu terletak pada sesi test, media yang digunakan, dan terakhir tentu saja masalah harga. Ini perlu diperhatikan mengingat di Indonesia masih banyak yang menggunakan TOEFL PBT untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris.

 

Nilai yang baik

 

Apabila kamu ingin mendapatkan Beasiswa Luar Negeri pastikan bahwa kamu selalu mendapat nilai akademik yang baik. Jika kamu ingin mendapat beasiswa untuk tingkat S1 nilai yang baik dan stabil dalam setiap semesternya patut menjadi hal yang diperhatikan dan dipersiapkan.

Nilai rapor perlu dipersiapkan karena bagi penyelenggara beasiswa yang membuka lowongan sebelum kelulusan, maka nilai yang wajib diberikan yaitu nilai rapor. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nilai ini maka kamu harus cek pada website terkait.

Selain dari nilai rapor, sebagian pihak penyelenggara juga mewajibkan memberikan nilai murni hasil ujian nasional. Nilai ini biasanya bisa diberikan menyusul ketika peserta telah mendapatkan ijazah.

Dengan demikian, sebelum lulus biasanya sebagian siswa telah mendapat kepastian untuk selanjutnya mendapatkan Beasiswa Luar Negeri di negara mana. Meskipun ini belum tentu bisa sepenuhnya masuk karena masih ada tahap akhir.

Di samping itu, untuk kamu yang ingin melanjutkan S2 atau S3 maka nilai IPK lah yang menjadi penentunya. Nilai IPK minimal yang diberikan berbeda tergantung dari masing-masing penyelenggara. Bahkan ada beberapa penyelenggara yang mensyaratkan nilai minimal 3.50 skala 4.00.

 

Pengalaman Organisasi dan Prestasi

 

Pengalaman organisasi penting apabila kamu ingin mendaftar beasiswa untuk tingkat S1. Ini karena biasanya penyelenggara akan mencari anak-anak yang aktif dalam berbagai kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Selain pengalaman organisasi, kamu juga dapat menonjolkan aspek prestasi kamu baik dalam segi akademik maupun non akademik. Dengan demikian, jika kamu tidak memiliki banyak pengalaman di bidang akademik maka kamu bisa mencantumkan daftar prestasi apa yang pernah kamu dapatkan.

Jika kamu memiliki kedua pengalaman ini maka akan menjadi lebih baik hasilnya. Melihat adanya poin kedua ini membuktikan bahwa nilai bukanlah segalanya untuk melamar Beasiswa Luar Negeri. Memang nilai menjadi persyaratan utama. Melalui nilai bisa menentukan seseorang masuk ke tahap selanjutnya atau tidak.

Namun ketika masuk ke tahap selanjutnya tentu calon pesrta yang memiliki pengalaman organisasi atau memiliki prestasi akan memiliki nilai lebih. Dengan demikian, kamu harus dapat mempersiapkan semuanya dengan baik.

 

Pengalaman Kerja

 

Pengalaman kerja sangat penting ketika kamu ingin mendaftar beasiswa untuk S2. Hal ini karena sebagian penyelenggara akan menyaratkan pesertanya untuk terlebih dahulu bekerja dalam kurun waktu sekitar 2 tahun sebelum melanjutkan S2.

Di samping itu, pekerjaan juga akan menentukan akan ke mana nantinya kamu harus melanjutkan studi. Ini karena sebagian penyelenggara mengharuskan pesertanya untuk mengambil jurusan yang sesuai dengan pekerjaannya sekarang.

Melihat hal ini maka jika kamu telah lulus S1 dan sangat berminat untuk apply Beasiswa Luar Negeri maka sebaiknya pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Dengan demikian akan lebih mudah bagi kamu untuk melanjutkan ke jurusan yang kamu inginkan.

 

Mengetahui Tujuan Untuk Mendapatkan Beasiswa

 

Jika kamu melamar beasiswa khususnya yang diselenggarakan oleh Negara asal maupun pemerintah dalam negeri, maka akan dipertanyakan mengenai tujuan kamu untuk mendapat beasiswa dan mengapa kamu orang yang tepat untuk mendapat beasiswa tersebut.

Biasanya alasan ini dituliskan dalam bentuk karangan. Karangan tersebut haruslah berisikan hal yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian, ketika kamu mendapatkan beasiswa tersebut maka tidak akan menguntungkan diri sendiri melainkan juga akan bermanfaat bagi orang lain.

Di karangan ini kamu juga dapat menulis mengenai harapan atau impian kamu ketika mendapatkan beasiswa. Misalnya saja ketika kamu memutuskan untuk mengambil jurusan kedokteran, kamu menjelaskan mengenai keadaan kesehatan di Indonesia dan kamu ingin mengubahnya menjadi lebih baik.

Alasan-alasan seperti akan lebih mudah diterima dibandingkan jika kamu beralasan untuk kepentingan diri sendiri. Namun demikian, apa yang kamu tulis haruslah benar-benar isi hati. Ini akan menjadikan tulisan kamu terlihat lebih jujur dan tidak dibuat-buat.

 

Kemampuan Menulis

 

Menjadi factor terakhir bagi kamu apabila ingin melakukan persiapan untuk melamar beasiwa ke luar negeri. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin ke lima, bahwa kamu harus menulis sebuah karangan. Di samping itu, sebagian penyelenggara juga mengharuskan kamu untuk membuat sebuah proposal.

Dengan kemampuan menulis yang baik, maka kamu akan dengan mudah menuliskan ide-ide pemikiran. Ini akan menjadikan siapapun mudah membacanya sehingga mereka akan dapat langsung memahami apa yang ingin kamu sampaikan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk melamar Beasiswa Luar Negeri haruslah memiliki kemampuan berbahasa inggris yang mumpuni. Kemapuan ini dapat diukur melalui nilai test berbahasa inggris seperti TOEFL atau IELTS yang didapatkan.

Agar bisa mendapatkan nilai yang baik untuk mendapatkan Beasiswa Luar Negeri, maka kamu sudah seharusnya mempersiapkannya dari sekarang. Salah satunya yaitu melalui English Bridge yang menyediakan test preparation untuk TOEFL, IELTS, SAT, TOEIC, dan masih banyak lagi. Informasi lebih lanjut kamu dapat menghubungi (021) 52 9000 15 / 0812 100 600 75.